Halaman

Senin, 03 Desember 2012

Borondong Khas Ibun

Borondong adalah makanan has tradisional Sunda, terbuat dari beras ketan atau jagung yang disangan dijadikan pop corn terlebih dahulu. Setelah menjadi pop corn dibersihkan terlebih dahulu cangkangnya, kemudian dicampurkan dengan kinca gula merah atau kinca gula pasir dan dibentuk bulat-bulat dengan ukuran sebesar bola bekel, namun ada yang sebesar bola tenis bahkan ada juga yang sebesar bola sepak dan ada juga yang berbentuk persegi.


Ada dua jenis borondong yaitu borondong garing (borondong kering) dan borondong enten. Borondong garing dibuat dengan mencampur kinca dengan sangan jagung/beras ketan dan dibentuk. Borondong enten dibuat dengan cara membuat enten terlebih dahulu dari beras ketan. Enten adalah sejenis wajit, beras ketan yang diolah dengan gula sehingga padu. Enten ketan dibentuk bulat-bulat lalu diselubungi dengan sangan jagung.

Kecamatan Ibun sudah sedari dulu terkenal sebagai tempat produksi borondong. Walaupun makanan borondong khas Ibun ini memang terkenal di Kecamatan Majalaya karena banyak terpampang di sepanjang jalan, sehingga orang yang melintas menganggap itu khas Majalaya. Namun Bupati Bandung, Dadang Naser menegaskan bahwa borondong ketan merupakan produk asli Kecamatan Ibun, bukan hasil dari produksi Kecamatan Majalaya (Pikiran Rakyat, 19 Februari 2011). Makanan khas daerah setempat tidak boleh luntur, sebab ini menyangkut nama yang bisa mengangkat potensinya.

Borondong cocok disajikan dengan teh hangat sebagai makanan ringan.

Admin Rumah Informasi Kamojang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar