Halaman

Jumat, 22 Maret 2013

DESA DUKUH WAKIL KECAMATAN IBUN DALAM LOMBA DESA TINGKAT KAB. BANDUNG

Pada hari senin tanggal 18 maret 2013 di Kecamatan Ibun telah dilangsungkan lomba desa tingkat Kabupaten Bandung, pada lomba desa kali ini Kecamatan Ibun di wakili oleh Desa Dukuh.
Desa Dukuh Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Drs. Mamat Rahmat, MM. Desa Dukuh berada di ketinggian 1200 Meter diatas permukaan laut, suhu di desa dukuh berkisar antara 60 s/d 80 derajat celsius. Di Desa Dukuh tersebut banyak potensi yang belum tergali dan belum terpasarkan diantaranya pengrajin pakaian bayi dan pengrajin wayang golek.
Desa Dukuh Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung berhasil meraih juara pertama pada perlombaan desa tingkat kecamatan, yang mana juara satu tingkat kecamatan berhak mewakili perlombaan desa tingkat kabupaten. Pada acara tersebut di hadiri para oleh tokoh masyarakat, para ketua RT dan RW, tidak ketinggalan juga para muspika dan SKPD yang ada dilingkungan Kecamatan Ibun turut hadir pada acara tersebut. Kepala Desa Dukuh Drs. Mamat Rahmat, MM dalam sambutanya memaparkan bahwa dari tahun 2011 s/d tahun 2012 desa dukuh telah mengalami banyak kemajuan baik dibidang kesehatan, ekonomi, pendidikan maupun pembangunan. Keberhasilan di bidang kesehatan diantaranya telah menekan angka kematian bayi, di sektor pembangunan dari tahun 2011 s/d tahun 2012 desa dukuh telah mengalami banyak kemajuan diantaranya pembangunan jalan gang, pembangunan tanggul sungai, perbaikan rumah tidak layak huni dan masih banyak lagi pembangunan yang telah dilaksanakan di tahun 2012.
Menurut Tim penilai pada lomba desa kali ini yang ketuai oleh Kepala BPMPD Kabupaten bandung, Desa dukuh cukup berhasil dalam beberapa sektor di bidang pembangunan, masyarakat desa dukuh juga sangat memuji kepemimpinan kepala desa Drs. Mamat Rahmat, yang telah berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan bijaksana selama kepemimpinannya.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Tapi sayang, dalam setiap pembangunan masih saja ada pemotongan anggaran oleh pemerintah desa Dukuh, buktinya yang sekarang-sekarang terjadi adalah pemotongan bantuan Rumah tidak layak huni sebanyak 15 unit yang hanya diberikan 3 juta/unit padahal pagu anggaran dari kabupaten sebesar 5 juta/unit, sungguh tidak punya rasa. Hak masyarakat miskin saja masih disunat,

    BalasHapus